Lumajang – Kehadiran TNI di tengah masyarakat petani menjadi salah satu bentuk dukungan nyata dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah. Seperti yang dilakukan Babinsa Wonosari Koramil 0821-15/Tekung, Serma Agus Mawardi, yang melaksanakan pendampingan dengan membantu warga dalam kegiatan panen padi di Dusun Krajan, Desa Wonosari, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan di lahan sawah milik Sunaji, anggota Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur, dengan luas lahan mencapai 0,5 hektare. Dari lahan tersebut, hasil panen yang diperoleh mencapai 1,2 ton padi.
Di tengah aktivitas panen, Serma Agus Mawardi turut membantu petani sekaligus menjalin komunikasi dan kebersamaan dengan warga. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat memberikan motivasi kepada petani agar terus bersemangat mengelola lahan pertanian sebagai salah satu sektor penting penopang kebutuhan pangan masyarakat.
“Pendampingan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial (Binter) dalam mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, Babinsa dapat mengetahui kondisi serta berbagai tantangan yang dihadapi petani, sekaligus mendorong tumbuhnya semangat gotong royong dalam mendukung kegiatan pertanian,” ujar dia.
Bagi petani, masa panen merupakan salah satu tahapan penting setelah melalui proses panjang pengolahan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman. Hasil panen yang diperoleh menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mendukung keberlangsungan usaha pertanian keluarga.
Ketua Poktan Tani Makmur, H. Simar, bersama para anggota kelompok tani diharapkan terus memperkuat kerja sama dalam mengembangkan sektor pertanian di Desa Wonosari. Sinergi antara petani, kelompok tani, pemerintah, dan aparat kewilayahan menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga produktivitas pertanian.
Melalui kegiatan tersebut, Babinsa Wonosari menegaskan peran pendampingan di wilayah binaan tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyentuh sektor pertanian yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pedesaan.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pendampingan panen padi ini diharapkan dapat memotivasi petani untuk terus meningkatkan produktivitas serta berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah. (Pendim0821)