Rabu, Juni 3, 2026

Dandim 0821 Lumajang Paparkan Kesiapan Pembangunan Yonif TP di Hadapan Pangdam V/Brawijaya

Lumajang – Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., memaparkan kesiapan pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) di wilayah Kabupaten Lumajang di hadapan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., saat kunjungan kerja di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (3/6/2026).
Dalam paparannya, Dandim 0821/Lumajang terlebih dahulu menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut serta menyampaikan laporan kesiapan lahan, sarana dan prasarana, serta kondisi terkini yang telah dipersiapkan dalam mendukung pembentukan satuan baru Yonif Teritorial Pembangunan di wilayah Lumajang.
“Melalui paparan ini, kami berharap Bapak Pangdam V/Brawijaya dapat memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai tingkat kesiapan lahan yang telah kami laksanakan dalam mendukung pembentukan Yonif TP di Kabupaten Lumajang,” ujar Dandim.
Ia menjelaskan, pembangunan Yonif TP di Lumajang memiliki nilai strategis dari aspek pertahanan maupun pembangunan wilayah. Dari sisi pertahanan, keberadaan Yon TP akan memperkuat sektor barat dan selatan wilayah Lumajang dalam mendukung tugas pokok Kodam V/Brawijaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain itu, kondisi geografis, posisi strategis wilayah, serta potensi sumber daya yang dimiliki Kabupaten Lumajang dinilai sangat mendukung keberadaan satuan tersebut. Kehadiran Yon TP juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari penyiapan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam pemaparannya, Dandim menyebutkan bahwa rencana lokasi pembangunan Yonif TP memiliki luas lahan sekitar 64,72 hektare dengan karakteristik kontur berbukit dan pegunungan khas lereng Gunung Semeru, namun sebagian besar area dinilai cukup datar dan cocok untuk pengembangan kawasan pendukung.
Ia juga melaporkan bahwa akses fasilitas umum di sekitar lokasi cukup memadai dan mudah dijangkau, mulai dari kantor desa, sarana ibadah, pasar induk Senduro, hingga fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Senduro.
“Seluruh fasilitas di sekitar lokasi rencana pembangunan Yonif TP dapat dijangkau dengan baik sehingga sangat mendukung keberlangsungan operasional satuan maupun aktivitas masyarakat di sekitarnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dandim memaparkan rencana pembangunan tahap awal yang meliputi empat barak prajurit, lima rumah dinas tipe 45, dapur, gudang MKK, serta aula serbaguna. Ia juga menyampaikan adanya perubahan site plan dari pihak pengembang atau konsultan yang nantinya akan terus dilaporkan perkembangannya kepada komando atas.
Pada kesempatan tersebut, Dandim turut memperkenalkan simbol dan filosofi satuan Yon TP. Tunggul satuan dengan simbol padi dan kapas dimaknai sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
Sementara lambang dan tunggul satuan “Narariya Kirana” memiliki arti “Kemuliaan yang memancarkan cahaya kepemimpinan yang dihormati, bijaksana, dan menjadi penerang bagi rakyatnya.”
Paparan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan pembangunan Yonif TP tahap IV di Kabupaten Lumajang yang diharapkan mampu memperkuat pertahanan wilayah sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan lereng Semeru. (Pendim 0821).

Related Articles

BERITA TERKINI